10 Candi, Patut Dikunjungi Patut Diceritakan

Candi merupakan peninggalan dari kebesaran peradaban lama para leluhur bangsa ini. Selain peninggalan berupa warisan non-benda, seperti upacara adat dan sastra, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan banyak peninggalan sejarah dari masa kerajaan-kerajaan kuno. Peninggalan itu tersebar diberbagai wilayah Indonesia. Tak hanya indah, beberapa diantara bahkan memiliki ciri khas bentuk dan arsitektur nya tersendiri yang tiada duanya di dunia.

Pada kesempatan ini kami akan coba bercerita soal peninggalan sejarah berupa candi-candi hebat yang ada di Indonesia.

Lihat juga Pura-Pura Luar Biasa di Bali.

  1. Candi Borobudur

10 Candi, Patut Dikunjungi Patut Diceritakan 1

Candi. Image: alodiatour.com

Candi Borobudur adalah candi termegah dan terbesar di dunia khususnya untuk situs persembahyangan umat beragama Buda. Candi ini berada di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur tidak dikenal hanya karena megah dan besar, tetapi pada dinding Candi Borobudur ini terdiri dari 2672 pahatan panel relief yang mencapai panjang 6 km jika disusun.

Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajaran-ajaran beliau, relief yang ada di candi Borobudur juga menggambarkan tentang kemajuan masyarakat Jawa pada saat candi ini dibangun. Kemajuan tersebut salah satunya dalam hal pelayaran. Hal itu ditunjukkan dengan adanya 10 relief kapal.

Para pengunjung bisa menikmati candi dengan mengitari seluruh candi dengan cara masuk dari pintu timur kemudian berjalan searah jarum jam.

Selain menikmati stupa dan relief di candi Borobudur, pengunjung juga bisa menikmati Borobudur Sunrise dan Borobudur sunset. Saat berada di puncak stupa utama, keindahan yang tidak boleh dilewatkan adalah pemandangan gunung-gunung yang mengelilingi candi seperti Gunung Merapi, Merbabu dan Gunung lainnya.

Silakan di cek lokasi indah lain di Sekitar Candi Borobudur.

  1. Candi Prambanan

prambanan

Candi prambanan. Image: bonvoyagejogja.com

Candi Prambanan adalah candi peninggalan agama Hindu. Candi prambanan merupakan candi yang sangat indah dan begitu cantik karena candi tersebut menjulang tinggi kurang lebih 47 meter. Pada abad ke-10, candi ini dibuat pada saat pemerintahan dua raja yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung.

Candi Prambanan memiliki legenda mengenai asal usulnya. Legenda itu umum dikenal dengan kisah Roro Jongrang. Mengisahkan tentang perjuangan seorang pria bernama Bandung Bondowoso yang ingin memperistri putri yang bernama Roro Jonggrang. Roro Jonggrang mau menerima pinangan Bandung dengan syarat diberikan mahar candi dengan 1000 arca dalam waktu hanya semalam. Namun akhirnya karena tipu daya, usaha itu gagal pada arca ke 999.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Brahma, Wisnu dan Siwa. 3 candi utama berhadap-hadapan dengan candi pendamping yang mempesona yaitu Candi Garuda, nandini, dan Angsa.

  1. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo. Image: coklatkita.com

Candi Gedong Songo merupakan candi peninggalan Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-10 (tahun 927 masehi). Candi iniberada di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Godong Songo mempunyai ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut yang membuat suhu udara disini cukup dingin (kisaran antara 19-27 °C).

Candi gedong songo ini memiliki sembilan buah candi dengan pemandangan indah yang bisa dinikmati. Selain dari itu, terdapat pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang. Dalam kompleks area candi, terdapat area perkemahan dan wisata berkuda yang sangat digemari semua orang yang berkunjung.

Bisa dibaca juga Bangunan Kuno di Indonesia.

  1. Candi Kalasan

Candi Kalasan

Candi Kalasan. Image: notobudiyanto

Candi Kalasan merupakan candi peninggalan agama Buddha. Candi Kalasan atau yang biasa juga disebut Candi Kalibening ini berada di desa Kalasan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta. Candi ini lebih tepatnya berada di sisi jalan raya antara Yojyakarta dan solo. Bisa juga ditempuh dengan jarak 2 km dari candi prambanan.

Total jumlah stupa yang terdapat di Candi kalasan adalah 52 stupa. Dan salah satu dari candi ini menjadi bukti Wangsa Syailendra, penguasa Sriwijaya atas Jawa di Sumatra telah hadir.

Lapisan penutup yang dimiliki oleh candi kalasan ini disebut Bajralepa. Bajralepa yaitu semacam plesteran di ukiran batu halus, yang menjadi khas dari candi kalasan. Candi kalasan mempunyai keistimewaan khusus yaitu tubuh dan atap candi dihias dengan ukiran-ukiran yang sangat indah. Terdiri dari relung-relung, sulursulur, arca-arca Budha, dagoba-dagoba dan arca Gana, yaitu manusia kerdil berperut buncit yang biasanya memikul barang.

Bila candi ini dilihat dari dalam, candi ini disusun dari beberapa tumpukan batu-batuan ke bawah dan saling terkait.

  1. Candi Mendut

Candi mendut

Candi Mendut. Image: @erma_indri

Candi mendut merupakan salah satu candi peninggalan agama Buddha. Candi ini juga merupakan candi yang ada pada masa kejayaan Syaillendra. Wisatawan bisa menelusuri candi ini dengan menaiki anak tangga candi di Candi Mendut.

Dari kejauhan, Candi Mendut tampak begitu cantik dan anggun. Candi ini juga memiliki relief yang menggambarkan kisah jataka, dan kisah itu memberikan pesan moral bagi semua orang yang berkunjung ke Candi Mendut. Terdapat beberapa panel relief yang mengisahkan tentang burung manyar dan kera, kepiting dan brahmana, burung dan kura-kura serta sejumlah fabel lainnya.

Tampak Bunga teratai yang bermekaran indah nan cantik di kolam. Selain itu ada sejumlah stupa menghiasi jalan Buddhist Monastery yang terlihat sejajar.

Ritual chanting atau meditasi dilakukan setiap malam pukul 19.00 – 20.00 WIB di tempat ini. Acara ritual ini yaitu mendengarkan alunan musik serta nyanyian. Siapa saja boleh mengikuti ritual chanting ini, tidak harus beragama Buddha.

  1. Candi Ijo

candi ijo

Candi Ijo. Image: @widarkohartono

Candi Ijo merupakan bentuk akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha. Candi ini memang yang belum banyak menjadi perbincangan oleh para wisatawan. Dalam perjalanan ke candi Istana Boko, anda akan disambut dengan banyak candi di sekitar jalan. Salah satunya adalah candi Ijo.

Candi ini merupakan candi yang memiliki letak paling tinggi dibandingkan dengan candi-candi lain di daerah Yogyakarta. Candi Ijo dibangun di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang mempunyai ketinggian sekitar 410 m di atas permukaan laut.

Karena letak candi ini di tempat yang tinggi, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam berupa daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Walaupun di daerah candi ini bukan daerah yang subur, tetapi anda bisa menikmati pemandangan alam yang indah di sekitar candi. Selain pemandangan yang indah, bila pengunjung menghadap ke arah barat, pengunjung bisa menikmati pemandangan pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto.

Wisata candi Ijo ini juga menyuguhkan banyak karya seni rupa hebat tanpa nama pembuatnya. Menurut pandangan masyarakat Jawa saat itu, mereka mengutamakan pesan moral yang dibawa oleh suatu karya seni, bukan siapa yang membuat atau suatu sifat megah dari karya seni tersebut.

  1. Candi Sambisari

Candi Sambisari

Candi Sambisari. Image: travel.kompas.com

Candi Sambisari yang letak geografisnya di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. 10 kilometer dari pusat kota Jogjakarta. Candi ini merupakan candi peninggalan agama Hindu.

Pengunjung bisa menemukan candi ini hanya dengan melewati jalan Yogja – Solo karena letak candi tak jauh dari jalan tersebut. Para pengunjung jangan kaget jika menemui Candi Sambisari terlihat kecil. Hal ini karena Candi Sambisari letaknya 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekelilingnya.

Candi ini dibangun pada tahun 812 – 838 M. Diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi ini memiliki 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping.

Sisi unik terdapat pada kaki candi. Kaki candi ini dibiarkan dalam keadaan polos, tetapi ada yang melihat seperti ada motif batik yang tersamarkan. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati keindahan Candi Sambisari yang mirip puzzle raksasa, dan berkat perjuangan para arkeolog akhirnya candi ini bisa disusun kembali.

  1. Candi Barong

Candi Barong

Candi Barong. Image: jejakpiknik.com

Candi Barong merupakan candi kembar yang berada di dusun Candisari, sambirejo, Prambanan. Candi Barong adalah candi tempat untuk memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Pemujaan tersebut ditujukan untuk meminta dewi kesuburan untuk tanah pertanian masyarakat Hindu pada saat itu.

Menurut sejarah, candi Barong ini sebenarnya mempunyai nama Candi Suragedug. Di setiap sisi bangunan candi dan gerbang atau pintu masuk candi pasti ada hiasan kala (sosok raksasa), bentuknya seperti barong. Inilah yang menjadikan khas pada candi ini, yang sering dijuluki dengan Candi Barong oleh masyarakat sekitar candi.

Pengunjung bisa menikmati dengan mengelilingi keseluruhan bangunan candi ini. Menjelang sore para pengunjung bisa menikmati sinar matahari yang hangat dan hembusan angin sejuk yang membuat para pengunjung betah di candi ini. Bilamana para pengunjung ingin menenangkan diri, candi ini dapat menjadi pilihan tepat untuk menenangkan diri.

  1. Candi Istana Ratu Boko

Candi-ratu-boko

Candi Istana Ratu Boko. Image: nativeindonesia.com

Istana Ratu Boko merupakan sebuah bangunan indah yang didirikan pada masa kejayaan pemerintahan Rakai Panangkaran, yang merupakan salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Candi Istana Ratu Boko ini bisa memberikan rasa damai pada para pengunjung. Pengunjung bisa menikmati pemandangan Candi Prambanan yang berlatarkan Gunung Merapi.

Kompleks candi memiliki ketinggian 196 meter di atas permukaan air laut. Luas kompleks diperkirakan 250.000 m2, terbagi menjadi empat bagian, yaitu barat, tengah, timur, dan
tenggara. Pada bagian barat terlihat perbukitan, kemudian di bagian tengah terdiri atas bangunan utama yaitu gapura utama, lapangan, kolam, batu berumpak, Paseban dan candi pembakaran. Bagian timur ada kompleks gua , kolam, dan stupa Buddha.

Sementara pada bagian tenggara terdiri dari 3 candi, kolam, Balai-Balai, Pendopo, dan kompleks Keputren.

Di kompleks istana, pengunjung akan melihat bangunan candi yang berbahan dasar batu putih yang sering disebut Candi Batu Putih. Selain itu pengunjung juga akan menemukan sebuah Candi Pembakaran, yang fungsinya digunakan untuk pembakaran jenasah.

Kurang lebih 10 meter dari candi pembakaran tersebut, terdapat batu berumpak dan kolam. Istana Ratu Boko memiliki keunikan yaitu jika bangunan lain biasanya berupa candi atau kuil, maka Istana Ratu Boko ini adalah sebuah tempat tinggal karena ciri-cirinya seperti sebuah tempat tinggal. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya bangunan yang terbuat dari kayu yaitu tiang dan atap.

Candi ini memiliki pemandangan senja yang sangat indah, yang biasanya disebut “ senja yang terindah di bumi”.

  1. Candi Plaosan

candi-plaosan

Candi Plaosan. Image: alodiatour.com

Sekitar ke utara sejauh 1 km dari candi Prambanan, terdapat Candi Plaosan. Sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Candi ini terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan. Candi ini merupakan perpaduan kultur agama Hindu dan Budha.

Kompleks Plaosan terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Candi Plaosan lor dan Kidul sering kali disebut Candi Kembar. Disebut Candi Kembar karena kedua candi ini memiliki kesamaan, yaitu teras berbentuk segi empat, yang dikelilingi oleh dinding, tempat bersemedi yang berbentuk gardu di bagian stupa barat dan stupa di sisi lainnya.

Ada 116 stupa perwara dan 50 candi perwara yang dimiliki terdapat pada Candi Plaosan. Ciri khas yang membedakan Candi Plaosan ini dengan candi yang lain adalah permukaan teras yang halus. Yang konon pada zaman dulu digunakan tempat beribadah bagi umat beragama Buddha.

Add Comment