8 Bangunan Bersejarah, Kemegahan Arsitektur Perpaduan Barat dan Timur

Bangunan bersejarah

Bangunan bersejarah

Indonesia memang kaya akan budaya, tradisi, bahasa, objek wisata alam dan bangunan-bangunan bersejarah yang sudah menarik perhatian dari jutaan wisatawan dunia. Hampir tiap kota atau daerah di Indonesia memiliki bangunan bersejarah yang sekaligus menjadi icon dan daya tarik di daerah tersebut.

Ketika kita sedang berlibur ke suatu tempat, tentunya kita tak ingin menyiakan kesempatan untuk melihat bangunan, jembatan, masjid, atau berbagai peninggalan bersejarah lainnya yang menjadi ikon daerah tersebut. Kali ini kami akan menyajikan berbagai bangunan peninggalan sejarah yang tersebar di beberapa daerah yang asik untuk dikunjungi.

Bangunan Bersejarah di Indonesia

Diantara bangunan bersejarah itu banyak yang dialih fungsikan menjadi kantor pemerintahan, museum, café, dan bahkan objek wisata. Berikut kami coba membawakan cerita berupa 8 bangunan bersejarah yang masih berfungsi dengan baik.

Lihat juga Lokasi wisata di Kudus

  1. Gereja Katedral Jakarta

Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta. Image: victorynews.id

Bangunan bersejarah berupa Gedung gereja ini diresmikan pada 1901. Gereje dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa. Yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu. Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar. Bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890, Gereja itu pun sempat roboh.

Dibangun oleh arsitek MJ Hulswit, bangunan Gereja Katedral dilengkapi daun pintu tinggi dan banyak jendela. Jendela-jendela tersebut dihiasi dengan lukisan yang menjelaskan tentang peristiwa jalan salib. Tepat di bawah lukisan tersebut, di bagian kanan dan kiri gereja terdapat bilik-bilik yang digunakan sebagai tempat untuk pengakuan dosa. Sementara di bagian depan terdapat altar suci pemberian dari Komisaris Jenderal Du Bus de Gisignies. Meski sudah berumur tua, meja altar tersebut masih digunakan sebagai altar utama dalam berbagai misa.

Alamat Gereja Katedral Jakarta

Jl. Katedral No.7B, Ps. Baru, Kec. Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710.

Tiket Gereja Katedral Jakarta

Gratis.

Jam Buka Museum Gereja Katedral Jakarta

Hari Seni, Rabu dan Jum’at dari pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB.

  1. Museum Fatahillah Jakarta

museum Fatahillah

Museum Fatahillah. Image: kirsman1jakarta.blogspot.com

Bangunan bersejarah ini dahulu merupakan balai kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jendral Joan van Hoorn. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Arsitektur bangunan bergaya Neoklasik dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin. Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.

Seperti umumnya di Eropa, balai kota dilengkapi dengan lapangan yang dinamakan Stadhuisplein. Menurut sebuah lukisan yang dibuat oleh Johannes Rach, di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur. Air mancur tersebut hilang pada abad ke-19, kemudian ditemukan kembali pada penggalian tahun 1972.

Alamat Museum Fatahillah

Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

Tiket Museum Fatahillah

Rp 5.000,-

Jam Buka Museum Fatahillah

Selasa hingga Minggu dari pukul 09.00 sampai 15.00

  1. Gedung Bang Indonesia Yogyakarta

Gedung Bang Indonesia

Gedung Bang Indonesia Yogyakarta. Image: kemdikbud.go.id

Dahulu bangunan bersejarah ini berfungsi sebagai kantor De Javasche Bank (DJB) Cabang Yogyakarta. Gedung dibuka pada tanggal 1 April 1879 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Djokjakarta.

Pada tahun 1912, dibangun gedung permanen dua lantai di lokasi yang saat ini ditempati. Pada awal berdirinya, Kantor DJB Cabang Yogykarta menggunakan bangunan yang terletak di Kampung Gondomanan seluas 300 m².

Sebagai lembaga keuangan yang dibebani kepercayaan dan kehati-hatian dalam mengelola keuangan, DJB memilih gaya arsitektur yang konservatif. Gaya ini untuk menanamkan brand-image pada masyarakat. Gaya ini disebut  Neo Renaissance atau gaya Ekletisisme. Gedung permanen tersebut akhirnya selesai pembangunannya pada tanggal 15 Februari 1915. Sebagai pemimpin cabang pertamanya adalah A.F. van Suchtelen.

Setelah kegiatan operasional BI dpindahkan di gedung yang baru, gedung yang lama mulai direnovasi. Sebagai bagian dari program konservasi bangunan heritage yang dilakukan oleh BI. Sejak tahun 2012 gedung lama ini difungsikan sebagai museum dan cyber library kantor Bank Indonesia.

Alamat Gedung BI Jogja

Jalan Panembahan Senopati No. 4 Kampung Yudonegaran RT. 09 RW. 01 Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.

Tiket Gedung BI Jogja

Gratis

Jam Buka Gedung BI Jogja

Selasa hingga Minggu dari pukul 08.30 sampai 14.30

  1. Istana Presiden Bogor

instana bogor

Istana Presiden Bogor. Image: indolah.com

Istana Bogor berada di kota Bogor yang pada era kolonial bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”. Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan. Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris.

Seiring waktu perubahan-perubahan bentuk bangunan bersejarah Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan. Sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektare dan luas bangunan 14.892 m².

Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia. Pada tahun 1968 Bangunan Bersejarah ini resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto. Arus pengunjung dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai sekitar 10 ribu orang.

Sekarang Istana Bogor digunakan sebagai tempat kediaman Presiden Joko Widodo sekaligus digunakan untuk menyambut tamu dari negara lain. Namun khalayak umum diperbolehkan mengunjungi secara rombongan, dengan sebelumnya meminta izin.

Alamat Istana Bogor

Jln. Ir. H. Juanda, No. 1, Palendang, Bogor

Tiket Istana Bogor

Gratis

Jam Buka wisata Istana Bogor

Senin-jumat, jam 09.00-14.00

  1. Gedung Sate Bandung

gedung-sate

Gedung Sate. Image: wonderfulwestjava.com

Gedung ini adalah sebuah bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Bandung. Disebut sebagai Gedung Sate karena gedung ini mempunyai ciri khas yang unik, yaitu ornamen 6 tusuk sate yang ada di atas menara sentral. 6 tusuk sate ini melambangkan 6 juta Gulden yang dipakai untuk membangun gedung berwarna putih ini.

Arsitektur Gedung Sate merupakan hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya. Juga tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara.

Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan bersejarah menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental. Yang anggun mempesona, dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa.

Beberapa pendapat tentang megahnya Gedung Sate dari para arsitek, yang mengatakan “langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa”.

Ruhl dalam bukunya Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952, “Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia”.

Alamat Gedung Sate

Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung

Tiket Gedung Sate

Rp. 5.000/org

Jam Buka Gedung Sate

Setiap hari. Jam 08.00–17.00

  1. Lawang Sewu Semarang

lawang sewu

Lawang Sewu. Image: blog.airpaz.com

Bangunan bersejarah  ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Masyarakat menyebut dengan Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT KAI. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian perhubungan.

Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero

Rancangan bangunan bersejarah inidi desain oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Setelah gambar selesai di buat di Amsterdam, baru kemudian di kirim ke Semarang.

Alamat Lawang Sewu

Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang, Jawa tengah

Tiket Lawang Sewu

10 ribu

Jam Buka Lawang Sewu

Setiap hari jam 07.00-19.00

  1. Gedung Balai kota Lama Medan

balai kota lama

Gedung Balai kota Lama Medan. Image: pegipegi.com

Gedung ini dibangun pada masa Hindia Belanda tahun 1908 oleh Hulswit & Fermont dan direnovasi tahun 1923 oleh Eduard Cuypers, arsitek bangunan kolonial ternama lainnya di Hindia Belanda.

Bangunan bersejarah di medn ini merupakan kilometer nol di Medan. Gedung ini awalnya dibangun untuk De Javasche Bank, lalu dibeli oleh pemerintah kota Medan. Loncengnya disumbangkan oleh Rumah Tjong A Fie pada tahun 1913.

Sang arsitek menggunakan elemen bangunan Gedung Balai Kota Lama menggunakan gaya kolonial yang kental dengan penggunaan tower di puncak atap dengan dilengkapi ornamen-ornamen kolonial. Bagi Anda yang meilihat lansung gedung ini pasti bisa merasakan nuansa bangunan Eropa klasik yang sangat kuat. Rasanya seperti Anda sedang berlibur di negara Eropa saja.

Gedung Balai Kota Lama ini sempat terbengkelai ketika Gedung Balai Kota Baru mulai dibangun pada tahun 1990. Namun setelah di belakangnya dibangun Grand Aston Hotel, bangunan bersejarah tersebut tetap dipertahankan bentuknya dan malah terawat serta boleh digunakan sebagai penunjang hotel tersebut kendati kepemilikannya masih berada di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

Gedung Balai Kota ini kini menjadi bagian dari kompleks hotel dan perkantoran Grand Aston City Hall Medan, dan kini difungsikan sebagai restoran

Alamat Balai Kota Lama

Jalan Balai Kota No. 1 Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan

Tiket Balai Kota Lama

Gratis

Jam Buka Balai Kota Lama

Setiap hari

  1. Taman Ujung Bali

taman ujung

Taman Ujung. Image: ardistikom

Taman Ujung dibangun tahun 1909 atas prakarsa Anak Agung Anglurah. Arsitek bangunan bersejarah ini adalah seorang Belanda bernama van Den Hentz dan seorang Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali). Taman Ujung sebenarnya adalah pengembangan dari kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901. Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921. Tahun 1937, Taman Ujung Karangasem diresmikan dengan sebuah prasasti marmer yang ditulisi naskah dalam aksara Latin dan Bali dan dua bahasa, Melayu dan Bali.

Arsitektur dari istana peristirahatan raja Karangasem memiliki keunikan tersendiri, karena penggambungan dari arsitektur Eropa jaman pertengahan dan arsitektur Bali.

Ciri khas dari arsitektur Eropa dapat dilihat dari terdapatnya kaca warna warni, yang terdapat di dinding bangunan peristirahatan raja, mirip seperti desain dari gereja yang ada di Eropa.

Dari jendela dalam kamar peristirahatan raja, anda dapat melihat kolam dengan bunga Tujung / Lotus yang berwarna putih dan merah.

Alamat Taman Ujung

Bangunan bersejarah ini beralamat di Banjar Ujung, Desa Tumbu kabupaten Karangasem Bali

Tiket Taman Ujung

Rp 10.000 / orang

Jam Buka Taman Ujung

Setiap hari, jam 08.00 – 17.00.

Add Comment