Anak Kecil Menggambar Kucing

Anak Kecil Menggambar Kucing

Cerita Negeri Anak Kecil Menggambar Kucing – Suatu ketika hiduplah seorang petani dan ketiga anaknya. Kedua dan yang tertua itu sangat membantu. Bahkan ketika disuruh anaknya langsung mengerjakannya.

Tetapi tengah sangat anak Andi. Tidak melakukan apapun ketika saudaranya sedang bekerja bersamanya. Yang dikerjakan bahkan menggambar lukisan kucing.

Kemudian sang ayah memanggilnya… dimana Andi? lalu andi menjawab. Di sini ayah. Aku sedang menggambar kucing yang sangat bagus sekali. kemudian sang ayahpun menyukainya. Dan kemudian ayahnyapun berpesan. Andi jangan kamu sering-sering menggambar kucing. lalu Andipun menjawab, ” tapi ayah aku menggambar kucing bukan untuk senang-senang”

Melainkan aku juga menggambar benda-benda dan pemandangan yang lain. Namun pada aku menggambar kucing. Lukisan tersebut itu seperti berbicara kepadaku.

Sampai ayahnya kesal. Karena disuruh membantu bekerja Andi justru menggambar lukisan kucing. Dan jika ayahnya mendapati itu lagi, maka Andi akan dikirimkan pada orang bijak yang ada di ujung desa tempat tinggal Andi.

Suatu hari sang Ayah mencari Andi dan tidak ada seorangpun di ladang. Namun ketika sang ayah melihat Andi bermain dengan kucing. Saat itu juga sang ayah langsung berpesan kepada Andi. “Andi besok kau harus ikut dengan Ayah pada orang bijak itu”

Dan orang itu akan mengajarkanmu apa yang selama ini kau kerjakan itu tidak selamanya bahagia selamanya. Namun Andi tetap menolaknya.

Lalu keesokan harinya Andi dan Ayah pergi ke tempat orang bijak itu. Setelah bertemu dengan orang bijak itu. Semua yang dilakukan Andi dan kekesalan sang ayah di curahkan semua kepada orang bijak tersebut.

Tetapi Andipun tetap beralasan. Bahwa ketika dia menggambar atau melukis Andi melihat lukisan kucing tersebut tersenyum dan ingin mengajak bicaranya. Lalu orang bijak itu mendengarkan kemudian menjawab, “ini akan sangat menarik sekali”.

Perjalanan Anak Kecil Menggambar Kucing Ke Kota Lain

Hari demi hari Andi belajar oleh orang bijak itu. Andipun membaca dan belajar dengan cepat. Karena dia memanglah suatu anak yang sangat cerdas pikirnya seorang bijak itu. Keesokan harinya orang bijak memanggil ayah Andi.

Sang anak mu ini memang sangat berbakat sekali menggambar kucing. Namun permasalahannya Andi menggambar tidak pada tempatnya. Hingga akhirnya orang bijak itupun menyuruh Andi untuk pergi ke Kota Lain. Karena Petapa Tua bijak itu bermimpi tentang kucing. Dan ini mungkin ada kaitannya dengan Andi.

Kemudian Andipun bergegas ke kota yang sudah ditentukan oleh orang bijak itu. Namun sang Ayah meskipun tidak menyukainya, tetapi Andi tetap menaati apa yang disuruh orang bijak itu. Sebelum berangkat Andi di beri pensan bahwa jangan Menggambar sebuah kucing yang menyeramkan pada suatu tempat. Dan Andi menjawab “baiklah kakek”.

Tidak lama kemudian Andi tiba pada Kota yang ditujukan itu. Namun, kota tersebut sangatlah sepi. Konon dulunya kota itu sudah diteror lama sekali oleh tikus raksasa yang menyeramkan. Sehingga orang-orang kota yang ada disana ketika malam hari pergi dari kota atau tidak keluar rumah.

Baca Juga : Batu Menangis Cerita Negeri Anak

Dan Si Andi melihat sebuah rumah kosong yang isinya semua tumpukan makan yang lezat. Karena Andi dalam perjalan cukup jauh yang membuat dia lelah. Lalu melihat makanan itu langsung menyantapnya. Hingga pada akhirnya di kekenyangan oleh makanan.

Saat sedang melihat-lihat dinding yang sangat besar di rumah itu yang sepi. Andipun mulai menggambar kucing-kucing yang ada di dindingnya. Ada 5 buah ekor yang digambar oleh Andi. Terlalu banyak yang ia gambar, akhirnya dia mulai lelah dan mencoba untuk tidur.

Tidak lama kemudian terdengar suara yang sangat mengerikan itu. Dan Andi kemudian terbangun karena suara tersebut. Namun, suara itu semakin lama semakin mendekat dan mengerikan. Hingga pada akhirnya Andi ketakutan dan berlari pada sebuah ruangan yang ada pada rumah itu untuk bersembunyi.

Kemudian tidak disangka gambar kucing yang ada di dinding itu mulai menghadang tikus raksasa itu. Sampai-sampai telinga Andi sakit suara perkelahian antar kucing dan tikus raksasa itu. Karena sang kucing yang digambar terlalu banyak akhirnya tikus berhasil dikalahkan.

Kemudian para orang kota itu penasaran karena suara apa yang barusan terdengar. Dan ternyata ketika melihat tikus raksasa sudah mati dikalahkan oleh lukisan Andi itupun. Orang-orang di kota tersebut mengucapkan terima kasih kepada Andi.

Bahwa selama ini orang-orang ketakutan untuk keluar rumah. Dan sudah di teror oleh tikus raksasa tersebut. Namun, sekarang tikus itu sudah mati dan kini orang-orang di sana ikut senang dan bisa beraktivitas kembali tanpa ada rasa takut.

Kemudian berita ini sampai kepada Ayahnya. Dan Ayahnya merasa malu karena dia tidak mengikuti mimpinya Andi sejak Awal. Sekarang ayah Andi ikut senang apa yang dilakukan anaknya itu senang. Yaitu menggambar kucing.

Nah, sampai di sini Cerita Negeri Anak Menggambar Kucing. Bacaan ini memberikan nilai penting untuk adik-adik semuanya bahwa. “Kita harus melakukan apa yang kita sukai. Dan alam semesta akan menjadikan itu semua menjadi ajaib”.

Author: Admin