Anak Tidak Mau Disunat

Anak Tidak Mau Disunat

Cerita Negeri – Anak Tidak Mau Disunat – Sudah puluhan tahun pak Hari (tidak nama sebenarnya) yang menjadi Asisten Pak Hadi (nama samaran), tukang sunat untuk khususnya pada anak pada wilayah tersebut. Telah beberapa bulan ini Pak Hari tidak ikut Pak Hadi. Karena berniat untuk mandiri maka dipasanglah Plang papan nama sendiri “Pak Hari Tukang Supit Berpengalaman tahun 1990”.

Selain menerima pasien di rumahnya, Pak Hari ini juga bisa menerima panggilan. Dan suatu sore datanglah seorang anak lelaki yang menemui juru supit itu. Yang berbincang mengenai persetujuan Pak Hari untuk ke rumahnya. Sebelum pamit, anak lelaki itu menyerahkan uang sebagai tanda jadi dan kertas untuk lokasi denah rumahnya.

Dan sesuai dengan perjanjian ini, maka sore itu Pak hari siap untuk menuju ke rumah anak tersebut yang ingin disunat. Pak Hari sangat terkejut, karena melihat rumahnya yang sangat besar.

Para tamu undangan juga telah banyak yang datang. Dengan iringan group musik Campursari kini sudah siap untuk menghibur. Akan tetapi ada suatu hal yang membuatnya heran dari Pak Hari ini. Dengan suasana sunatan di rumah itu sangat sunyi, sepi. Bahkan tidak terdengar suara apapun. Termasuk suara orang berbincang.

Anak Tidak Mau diSunat

Dan Kedatangan Pak Hari juga sangat diterima oleh tuan rumahnya. Kemudian diajak untuk memasuki ke dalam ruang anak yang akan disunat.

Pak Hari yang mendekati anak tersebut. Lalu entah bagaimana hatinya berdesir pada saat matanya beradu pandang dengan anak itu. Mungkin kira-kira anak tersebut kini berusia 6 tahun. Warna kulit hitam namun tidak begitu gelap seperti orang negro. Dan sorot mata yang tajam serta rambutnya keriting.

Kemudian anak tersebut berkata “Aku tidak mau di sunaaat..! dan berucap jika ingin menyunat, maka sunatlah bapak saja. Sambil teriak yang tangannya menunjuk ke arah orangtuanya.

Sangat diluar dugaan, anak yang berkulit hitam itu menjadi marah sejadi-jadinya. Sampai-sampai barang yang dipegang apa saja dibanting dan dilempar. Kurang dari kemarahannya, hingga anak itu mencabuti kabel-kabel listrik dan diobrak-abrik hingga rusak.

Baca Juga : Anak Kecil Menggambar Kucing

Suasana menjadi gelap dan tidak terlihat apa-apa yang ada diruangan tersebut. Rumah yang sangat besar itu menjadi sangat gelap dan sunyi senyap. Dan Pak Hari yang hanya bisa terdiam dan terduduk. Kemudian Pak Hari meraba-raba tangannya ingin duduk. Namun barang diduduki itu adalah sebuah batu Nisan.

Ceritapun selesai. Dari bacaan Anak Tidak Mau Sunat ini diambil dari beberapa situs yang ditemukan. Untuk nilai atau pesan cerita ini adalah Sunat jika memang ingin sunat. Tidak ada paksaan untuk harus disunat. Karena Sunat adalah sebuah adat atau kepercayaan masing-masing.

Author: Admin