Nabi Shaleh As

Dongeng Anak Islami Lucu

Dongeng Anak Islami Lucu – Cerita Nabi Saleh as tertera dalam alquran untuk diambil makna dan pelajaran. Ini kali kami mempublikasikan narasi nabi Shaleh as singkat untuk dikisahkan ke beberapa anak kita.

Jaman dulu, golongan Tsamud hidup dengan luapan kepuasan. Hidup mereka makmur, rumah mereka istimewa, dan tidak kekurangan apa saja juga.

Golongan Tsamud ialah turunan Nabi Nuh. Tetapi sayang, mereka golongan yang ingkar. Mereka menyembah berhala seperti Wad, Jad, Had, Manat, dan Lata. Ke mereka Nabi Shaleh diutus.

Cerita Narasi Nabi Shaleh as Singkat

Nabi Shaleh ajak kaumnya untuk menyembah Allah. Tetapi, mereka menampik.

“Kami tidak tinggalkan tuntunan leluhur kami!” kata mereka.

Dongeng Anak Islami Lucu

“Di sini kami tidak yakin untuk bisa melakukan tuntunan yang kamu bawa” ucapnya.

Nabi Shaleh tidak patah semangat. Nabi Shaleh terus berdakwah, walau cuman sedikit yang mengikutnya.

Satu hari, Nabi Shaleh dilawan kaumnya untuk datangkan mukjizat sebagai bukti kenabiannya. Atas ijin Allah, keluarlah satu ekor unta betina besar dari sela batu-batuan.

Kamu tidak boleh mengganggu unta tersebut dengan permasalahan apapun. Atau kalian akan di terpa hukuman.” pesan Nabi Shaleh Allaihisalam ke kaumnya.

Unta nabi Shaleh as hidup bersama golongan Tsamud. Tiap 2 hari sekali unta itu tiba ke sumber air. Beberapa orang kufur berasa terganggu karena tidak bebas ambil air kembali.

Di lain sisi, penganut Nabi Shaleh makin banyak sejak kedatangan unta itu. Mereka mulai mempercayai kenabian Nabi Shaleh.

“Hai, kenapa kalian mengikut tuntunan Shaleh?” bertanya pembesar Tsamud.

“Kami memercayai tuntunannya dan mukjizatnya,” jawab penganut Nabi Shaleh.

Beberapa pembesar golongan Tsamud benar-benar kuatir. Mereka cemas penganut Nabi Shaleh semakin bertambah kembali. Mereka ingin menghilangkan sang unta betina.

“Tetapi bagaimana bila kita nahas nanti?” beberapa pembesar Tsamud kuatir.

“Kita suruh seseorang untuk melakukan,” timpal lainnya.

Penelusuran juga selekasnya dilaksanakan. Pada akhirnya, terpilihlah Masda bin Mahraj dan Qudaf bin Salif untuk membunuh unta. Mereka dijanjikan imbalan yang besar.

Masda, Qudaf, dan tujuh temannya mengincar sang unta betina yang minum di mata air.

Pada saat unta tersebut keluar, Masda kemudian memanah kakinya. Unta itu tersuruk. Qudaf dan lainnya selekasnya menyembelih unta itu sampai mati.

“Kita sukses membunuhnya!” hebat Masda suka.

Dongeng Anak Islam

“Ah, rupanya gampang saja membunuh unta ini!” Qudaf tidak kalah suka.

Beberapa pembesar golongan Tsamud juga bersuka cita.

Apa lagi, tidak ada musibah apa saja sesudah unta itu dibunuh. Masda dan Qudaf di pandang seperti pahlawan. ke-2 nya diarak dan dipuja-puja. Dengan tinggi hati, golongan kufur melawan Nabi Shaleh.

“Hai, Shaleh Datangkanlah teror yang kau ucapkan ke kami. Bila kau betul-betul orang yang diutus Allah.”

“Saya telah melaranq kalian tidak untuk mengusik unta itu. Tetapi, kenapa kalian justru membunuhnya? Bahagialah dalam tiqa hari, dan kemudian hukuman Allah akan tiba pada kalian,” Jawab Nabi Shaleh.

Sepanjang tenggat saat itu, Nabi Shaleh usaha mengingati umatnya. Mereka di bawa bertaubat, tetapi menampik. Tingkah beberapa pernbesar Tsamud justru menjadi-jadi.

Mereka membuat gagasan Jahat untuk membunuh Nabi Shaleh dan beberapa penganutnya.

Tetapi, Allah gagalkan gagasan itu. Hukuman yang di janjikan-Nya betul-betul tiba.

Langit mendadak gelap, angin bertiup kuat, dan petir menyikat-nyambar di barengi suara yang menggelegar. Situasi menakutkan, golongan kufur Tsamud bergetar ketakutan.

Petir terus menyikat golongan kufur Tsamud sampai tidak satu juga yang masih ada. Istana-istana istimewa mereka remuk, tidak sanggup selamatkan mereka dari hukuman. Nabi Shaleh dan penganutnya selamat. Tetapi beliau berduka Nabi Shaleh memandang kaumnya yang sudah remuk dengan pilu.

“Hai kaumku, sebenarnya saya sudah sampaikan amanah Allah padamu. Saya sudah memberi tahumu, tapi kamu tidak menyenangi beberapa orang yang memberikan saran,” kata Nabi Shaleh.

Author: Admin