Merah Putih Di Perbatasan

Merah Putih Di Perbatasan

Cerita Negeri- Merah Putih Di Perbatasan –

Dulu aku pernah memandang pada seseorang Dokter yang sangat agung. Dan tidak bekerja di mari atau pada kota kota besar yang dengan penuh hiburan serta kenikmatan duniawi. Profesi beliau bekerja pada kampung- kampung tengah hutang pinggiran yakni antara Kalimantan dan Malaysia.

Kala dia lagi membidik pada perkampungan, ada seorang anak yang menghampirinya dan mempersilakan bikin jasanya. Setelah itu si anak ini mengatakan sesuatu“ ada yang bisa saya bantu, pak? Mau dibawa mana ini pak? sehabis itu si Dokter menjawab“ bisa, asal kamu tahu rumah kepala Dusun”. Sehabis itu dibawanya sang Dokter pada rumah Pak dusun.

Kala telah sampai pada rumah kepala dusun, sehabis itu si dokter memberikan balasan pada anak itu berupa uang. Dengan terlihat sedikit bingung dengan uang yang diserahkan oleh si Dokter. Setelah itu mendadak ada seorang wanita yang memandang. Dan wanita itu mengubahnya dengan uang ringgit. Dalam hatinya sang Dokter“ kenapa mereka tidak mengerti rupiah?” sedangkan itu inikan zona Indonesia.

Si wanita itu setelah itu menjawab dalam Bahasa Melayu Kalimantan“ di ayo Indonesia, namun mereka mengenakan Ringgit Malaysi. Diakibatkan mereka berbisnis jual beli mengenakan Ringgit.

Setelah itu hari buat hari Dokter itu bekerja sepenuh hati dengan melayani masyarakat perkampungan. Pada suatu Kala periode beliau ingin mampir pada sekolahan dimana kanak- kanak yang beraut gembira dari dusun itu berangkat sekolah dan menuntut ilmu. Setelah itu Dokter itu berusaha bikin memperbanyak profesinya dengan jadi Guru sekaligus jadi Dokter.

Sampai pada sesuatu lama, sang dokter bertanya,” siapa yang tahu dan ingat dengan lagu Indonesia?” dan salah satu dari mereka menjawab balik dengan Bahasa Melayu Kalimantan“ apa itu Dokter? Saya tidak tahu dengar lagu itu”

Dan si Dokterpun mengajari mereka perihal Patriotisme dan Patriotisme tentang Indonesia. Suatu malam Dokter jua meratap dan memikirkan perihal mereka yang hidup pada pinggiran, mereka pula nyaris tidak menguasai pada asli dirinya bagaikan bangsa Indonesia.

Pada masa hidupnya beliau pula ingin memuliakan generasi- turunan penerusnya Pancasila.

Esoknya Kala malam tiba ada seorang anak yang memanggil dokter itu. Dan tampaknya anak itu ialah muridnya. Sehabis itu Dokter bertanya,“ ada apa?”. Anak itu menarangkan jika kakeknya lagi sakit. Dan Dokterpun mengeceknya. Jika sang eyang harus dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga : Cerita Mahabharata

Kala sudah rundingkan, masyarakat kampungpun menggalangkan perhitungan bikin membawa pada eyang untuk pergi ke rumah sakit. Dokter si anak dan pula seorang wanita ikut mengantarnya. Dan tidak diprediksi eyang dari si anak itu yakni seorang pejuang purnakaryawan perang.

Yang sebelumnya pada tengah ekspedisi, perahu motor yang dikendarai eyang, anak, Dokter dan wanita dini ditemui dokter. Hadapi kerusakan di baling- baling pendorongnya. Dan harus dituntut untuk mengakhiri.

Disaat itu pula si eyang memanggilnya pada sang anak untuk taruh catatan pada dia.“ Nak, Indonesia itu adalah tanah surga, apa yang terikat pada kamu, janglah sampai kamu kehilangan cintamu pada negeri ini! Kita bagaikan Orang Bangsa Indonesia.” Dan tidak lebih beberapa detik Kala menitipkan damai itu. Si Eyang menghembuskan nafas terakhirnya.

Dapat jadi sejarah ini menciptakan sesuatu gagasan jadi pengabdi bangsa. Sangat penting jadi Dokter yang mengabdi untuk Negara, Bangsa dan Nusa merupakan tujuanku. Apa yang terangkai pada negeri atau diriku ini, aku akan tetap mengabdi dan mencintai sampai akhir hayatku.

Cerita negeri Merah Putih Di Pinggiran ini yakni rekomendasi dari mimpi seorang anak kecil. Sesudah itu suatu film yang telah menginspirasinya bakal sanggup lebih meraih perasaan dan mimpinya.

Author: Admin